Beranda » Bantuan Sosial » Daftar Bansos Online: Mudah & Cepat!

Daftar Bansos Online: Mudah & Cepat!

Pernahkah terbesit pertanyaan bagaimana cara mendapatkan bantuan sosial (bansos) yang kini semakin banyak disalurkan secara digital? Di era serba daring ini, pemerintah terus berupaya mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan, termasuk melalui pendaftaran online. Proses yang dulu mungkin terasa rumit dengan tumpukan berkas dan antrean panjang, kini perlahan bertransformasi menjadi lebih efisien dan transparan. Namun, kemudahan ini juga seringkali diiringi dengan berbagai tantangan, mulai dari kendala teknis hingga risiko penipuan.

Memahami seluk-beluk pendaftaran bansos secara online menjadi krusial bagi setiap warga negara yang membutuhkan. Ini bukan hanya tentang mengisi formulir di situs web, melainkan juga memahami kriteria kelayakan, menyiapkan dokumen yang benar, serta mengetahui kanal resmi yang harus diakses. Kesalahan kecil dalam proses ini bisa berakibat fatal, mulai dari pengajuan yang ditolak hingga data pribadi yang disalahgunakan. Oleh karena itu, pengetahuan yang komprehensif adalah kunci.

Artikel ini akan mengupas tuntas panduan lengkap mengenai cara daftar bansos online, mulai dari persyaratan umum, langkah-langkah teknis, hingga tips menghindari penipuan. Informasi yang disajikan diharapkan dapat menjadi referensi terpercaya bagi masyarakat yang ingin mengakses haknya secara digital. Simak penjelasan lengkap dari Majukaryabersama.co.id.

Memahami Ekosistem Bansos Online di Indonesia

Pemerintah Indonesia secara konsisten mengimplementasikan berbagai program bantuan sosial untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. Transformasi digital telah mengubah cara penyaluran dan pendaftaran bansos, dari metode konvensional menjadi berbasis online. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan jangkauan program.

Ekosistem bansos online melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Sosial (Kemensos) dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah. Setiap program memiliki kriteria dan mekanisme pendaftaran yang spesifik, meskipun sebagian besar kini terintegrasi melalui platform digital. Pemahaman terhadap struktur ini sangat penting agar masyarakat tidak salah langkah dalam mengajukan bantuan. Data terakhir menunjukkan bahwa lebih dari 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah terdaftar dalam berbagai program bansos nasional.

Peran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

DTKS merupakan basis data utama yang digunakan pemerintah untuk menentukan kelayakan penerima bansos. Data ini mencakup informasi demografi, kondisi ekonomi, dan status sosial-ekonomi individu maupun keluarga. Pendaftaran bansos online seringkali mengharuskan calon penerima terdaftar dalam DTKS, atau setidaknya mengajukan diri untuk masuk dalam basis data tersebut.

Proses pemutakhiran DTKS dilakukan secara berkala oleh pemerintah daerah melalui musyawarah desa/kelurahan. Masyarakat dapat mengajukan diri untuk diverifikasi dan divalidasi agar masuk dalam DTKS. Tanpa terdaftar di DTKS, peluang untuk menerima bansos dari pemerintah pusat akan sangat kecil, kecuali untuk program-program khusus yang memiliki kriteria pendaftaran tersendiri.

Jenis-jenis Bansos yang Tersedia Secara Online

Pemerintah menyalurkan beragam jenis bansos yang sebagian besar dapat diakses pendaftarannya secara online. Ini mencakup bantuan pangan, bantuan tunai, hingga bantuan pendidikan. Setiap program memiliki sasaran dan tujuan yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat.

Beberapa program bansos populer yang sering dibuka pendaftaran online-nya antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako, dan berbagai bantuan sosial tunai (BST) yang bersifat insidentil. Selain itu, ada juga program bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang proses pengajuannya juga terintegrasi secara digital. Masyarakat perlu memahami perbedaan antar program ini agar dapat memilih bantuan yang paling sesuai dengan kondisi mereka.

Persyaratan Umum dan Dokumen Penting

Sebelum memulai proses pendaftaran bansos online, calon penerima wajib memahami persyaratan umum dan menyiapkan dokumen-dokumen penting. Kelengkapan dan keabsahan data menjadi faktor penentu utama keberhasilan pengajuan. Kesalahan kecil dalam pengisian data atau kelengkapan dokumen bisa menyebabkan penolakan.

Baca Juga :  BPNT Desember 2026 Cair! Cek Status Penerima di Sini

Secara umum, persyaratan dasar meliputi status kewarganegaraan, kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), serta kondisi ekonomi yang sesuai dengan kriteria kemiskinan atau kerentanan. Beberapa bansos juga mensyaratkan calon penerima tidak berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, atau Polri. Setiap program bansos mungkin memiliki persyaratan tambahan yang lebih spesifik.

Dokumen Wajib yang Harus Disiapkan

Berikut adalah daftar dokumen yang umumnya wajib disiapkan dalam bentuk digital (scan atau foto) untuk pendaftaran bansos online:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP): Identitas utama calon penerima. Pastikan KTP masih berlaku dan data sesuai dengan dokumen lain.
  • Kartu Keluarga (KK): Dokumen yang menunjukkan susunan keluarga dan hubungan antar anggota.
  • Nomor Induk Kependudukan (NIK): NIK akan menjadi kunci utama verifikasi data di berbagai sistem pemerintah.
  • Foto Rumah Tampak Depan: Beberapa program meminta foto rumah sebagai bukti kondisi tempat tinggal.
  • Foto Diri Bersama KTP: Untuk verifikasi identitas dan mencegah penipuan.
  • Dokumen Pendukung Lain (jika ada): Seperti surat keterangan tidak mampu dari desa/kelurahan, akta kelahiran anak (untuk PKH), atau surat keterangan disabilitas.

Penting untuk memastikan bahwa semua dokumen discan atau difoto dengan jelas dan terbaca. Resolusi gambar yang buruk atau data yang tidak terbaca dapat menghambat proses verifikasi.

Kriteria Kelayakan Umum

Kriteria kelayakan untuk penerima bansos umumnya didasarkan pada tingkat kemiskinan dan kerentanan sosial-ekonomi. Pemerintah menggunakan indikator-indikator tertentu untuk menilai apakah suatu keluarga atau individu berhak menerima bantuan.

Kriteria Deskripsi
Pendapatan di Bawah UMP/UMK Rata-rata pendapatan keluarga per bulan di bawah standar Upah Minimum Provinsi/Kabupaten/Kota.
Kondisi Rumah Tinggal Dinding dan lantai rumah bukan permanen, atau fasilitas sanitasi yang tidak memadai.
Kepemilikan Aset Tidak memiliki aset berharga seperti mobil, tanah luas, atau properti lebih dari satu.
Status Pekerjaan Pekerja informal, pengangguran, atau memiliki pekerjaan dengan upah rendah.
Status Non-ASN/TNI/Polri Bukan merupakan pegawai negeri, anggota TNI, atau Polri.

Selain kriteria di atas, kondisi khusus seperti disabilitas, lansia tunggal, atau keluarga dengan balita/anak sekolah juga seringkali menjadi prioritas. Penting untuk selalu memeriksa kriteria terbaru yang ditetapkan oleh masing-masing program bansos karena dapat berubah sewaktu-waktu.

Langkah-langkah Mendaftar Bansos Online

Proses pendaftaran bansos online umumnya melibatkan beberapa tahapan yang sistematis, mulai dari pengecekan data hingga verifikasi akhir. Memahami urutan langkah ini akan membantu calon penerima dalam menavigasi sistem dengan lebih mudah dan mengurangi potensi kesalahan. Meskipun detailnya bisa bervariasi antar program, kerangka dasarnya relatif sama.

Penting untuk diingat bahwa pendaftaran online bukan jaminan langsung mendapatkan bansos. Setiap pendaftaran akan melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat oleh pihak berwenang. Kesabaran dan ketelitian adalah kunci dalam proses ini.

Tahap 1: Pengecekan Status DTKS dan NIK

Langkah pertama yang paling krusial adalah memastikan bahwa calon penerima terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan NIK-nya aktif. Tanpa terdaftar di DTKS, peluang untuk menerima bansos sangat kecil.

  1. Akses Situs Cek Bansos Kemensos: Kunjungi situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
  2. Masukkan Data Wilayah dan Nama: Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan. Kemudian, masukkan nama lengkap sesuai KTP.
  3. Verifikasi Captcha: Ikuti instruksi untuk mengisi kode captcha yang muncul.
  4. Cari Data: Klik tombol "Cari Data" untuk melihat status terdaftar di DTKS dan program bansos yang mungkin sudah diterima.

Jika nama tidak ditemukan atau status tidak terdaftar, calon penerima perlu mengajukan diri untuk masuk DTKS melalui pemerintah desa/kelurahan setempat. Proses ini bisa memakan waktu, melibatkan musyawarah desa dan verifikasi lapangan.

Tahap 2: Pendaftaran Melalui Aplikasi atau Situs Resmi

Setelah memastikan status DTKS, langkah selanjutnya adalah mendaftar melalui aplikasi atau situs resmi yang ditunjuk oleh pemerintah. Aplikasi Cek Bansos Kemensos menjadi salah satu platform utama untuk pengajuan baru.

  1. Unduh Aplikasi Cek Bansos: Cari dan unduh aplikasi "Cek Bansos" di Google Play Store (untuk pengguna Android) atau App Store (untuk pengguna iOS).
  2. Buat Akun Baru: Jika belum memiliki akun, pilih opsi "Buat Akun Baru" atau "Daftar".
  3. Isi Data Diri: Masukkan NIK, nama lengkap, alamat email, nomor telepon, dan buat kata sandi. Pastikan semua data sesuai dengan KTP.
  4. Verifikasi Akun: Biasanya akan ada email atau SMS verifikasi yang dikirimkan ke alamat email atau nomor telepon yang didaftarkan. Ikuti instruksi verifikasi.
  5. Login dan Pilih Menu "Daftar Usulan": Setelah berhasil login, cari menu atau fitur yang bertuliskan "Daftar Usulan" atau "Pengajuan Bansos".
  6. Isi Formulir Pengajuan: Lengkapi semua kolom yang diminta, termasuk data pribadi, data keluarga, dan informasi kondisi ekonomi. Jawab pertanyaan dengan jujur dan akurat.
  7. Unggah Dokumen Pendukung: Unggah scan atau foto dokumen-dokumen yang telah disiapkan sebelumnya (KTP, KK, foto rumah, dll.). Pastikan ukuran file tidak melebihi batas yang ditentukan.
  8. Kirim Pengajuan: Setelah semua data terisi dan dokumen terunggah, periksa kembali seluruh informasi. Jika sudah yakin, klik tombol "Kirim" atau "Ajukan".
Baca Juga :  Bansos Kemensos Tahap 4: Jadwal, Cara Cek, & Cair!

Tahap 3: Pemantauan Status Pengajuan

Setelah mengirimkan pengajuan, calon penerima dapat memantau statusnya secara berkala melalui aplikasi atau situs yang sama.

  • Akses Menu "Cek Usulan": Di dalam aplikasi Cek Bansos, biasanya ada menu untuk "Cek Usulan" atau "Riwayat Pengajuan".
  • Periksa Status: Status pengajuan akan berubah dari "Diajukan", "Verifikasi", "Validasi", hingga "Diterima" atau "Ditolak".
  • Tindak Lanjut: Jika ada permintaan data tambahan atau perbaikan, segera penuhi. Jika pengajuan ditolak, pahami alasannya dan perbaiki jika memungkinkan untuk pengajuan ulang di periode berikutnya.

Proses verifikasi dan validasi dapat memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung pada antrean dan kebijakan pemerintah setempat. Penting untuk tetap sabar dan proaktif dalam memantau status.

Tips dan Trik Agar Pendaftaran Bansos Online Berhasil

Meskipun terlihat sederhana, pendaftaran bansos online seringkali menghadapi kendala teknis atau kesalahan administratif. Ada beberapa tips dan trik yang bisa diterapkan untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengajuan. Ketelitian dan persiapan yang matang adalah kunci utama.

Selain itu, memahami alur kerja sistem juga akan membantu dalam mengantisipasi potensi masalah. Jangan ragu untuk bertanya kepada pihak berwenang jika ada hal yang kurang jelas.

Pastikan Koneksi Internet Stabil dan Perangkat Memadai

Salah satu kendala terbesar dalam pendaftaran online adalah koneksi internet yang tidak stabil. Proses pengisian formulir dan unggah dokumen membutuhkan koneksi yang baik.

  • Gunakan Wi-Fi atau Jaringan Seluler Kuat: Hindari menggunakan jaringan yang sering terputus.
  • Perangkat yang Mendukung: Pastikan smartphone atau komputer yang digunakan memiliki memori dan sistem operasi yang cukup terbaru untuk menjalankan aplikasi atau situs dengan lancar.
  • Unggah Dokumen di Jam Sepi: Jika mengalami kesulitan unggah dokumen, coba lakukan di luar jam sibuk (misalnya, dini hari) saat trafik internet cenderung lebih rendah.

Periksa Kembali Data Berulang Kali

Kesalahan penulisan NIK, nama, atau alamat adalah penyebab umum penolakan bansos. Sistem verifikasi akan langsung menolak jika ada ketidaksesuaian data.

  • Cocokkan dengan KTP dan KK: Pastikan setiap huruf dan angka sesuai persis dengan dokumen resmi.
  • Hindari Typo: Periksa ejaan nama, alamat, dan nomor telepon.
  • Cek Format Tanggal Lahir: Pastikan format tanggal lahir sesuai dengan yang diminta sistem.

Manfaatkan Layanan Bantuan Lokal

Jangan ragu untuk mencari bantuan jika mengalami kesulitan. Pemerintah daerah, khususnya di tingkat desa/kelurahan, seringkali menyediakan layanan pendampingan.

  • Kunjungi Kantor Desa/Kelurahan: Petugas di sana dapat membantu dalam proses pendaftaran, terutama jika ada kendala teknis atau ketidakpahaman.
  • Tanyakan kepada Pendamping Sosial: Jika ada pendamping PKH atau sejenisnya di wilayah, mereka bisa memberikan arahan yang tepat.
  • Gunakan Pusat Bantuan Online: Beberapa aplikasi atau situs memiliki fitur chat atau FAQ yang bisa dimanfaatkan.

Waspada Penipuan dan Modus Kejahatan Bansos Online

Di tengah kemudahan pendaftaran bansos online, muncul pula berbagai modus penipuan yang menyasar masyarakat. Penipu seringkali memanfaatkan ketidaktahuan atau kepanikan calon penerima untuk menguras data pribadi atau bahkan uang. Kewaspadaan adalah kunci untuk melindungi diri dari kejahatan ini.

Pemerintah selalu mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan hanya mengakses informasi dari kanal resmi. Tidak ada pungutan biaya dalam proses pendaftaran bansos.

Modus Penipuan yang Sering Terjadi

  1. Pesan Singkat (SMS/WhatsApp) Berisi Link Palsu: Penipu mengirimkan pesan yang mengatasnamakan kementerian atau lembaga penyalur bansos, meminta korban untuk mengklik link yang mengarahkan ke situs palsu. Situs ini dirancang untuk mencuri data pribadi (phishing).
  2. Pungutan Liar (Pungli): Oknum tidak bertanggung jawab meminta sejumlah uang dengan dalih "biaya administrasi" atau "mempercepat proses" pendaftaran bansos. Ingat, pendaftaran bansos GRATIS.
  3. Permintaan Kode OTP: Penipu menghubungi korban dan meminta kode OTP (One Time Password) dengan alasan verifikasi data. Kode OTP adalah kunci akses akun pribadi, jangan pernah memberikannya kepada siapapun.
  4. Penawaran Jasa Pendaftaran Instan: Ada pihak yang menawarkan jasa pendaftaran bansos dengan janji diterima cepat dan mudah, namun ujung-ujungnya meminta bayaran atau data pribadi yang disalahgunakan.

Cara Melindungi Diri dari Penipuan

  • Hanya Akses Situs Resmi: Selalu pastikan URL yang diakses adalah situs resmi pemerintah (misalnya, .go.id).
  • Jangan Percaya SMS/WhatsApp Mencurigakan: Abaikan pesan yang meminta klik link atau memberikan data pribadi.
  • Jangan Berikan Kode OTP: Kode OTP bersifat rahasia dan hanya untuk pemilik akun.
  • Laporkan Pungli: Jika ada oknum yang meminta pungutan, segera laporkan kepada pihak berwenang atau aparat desa/kelurahan.
  • Verifikasi Informasi: Jika menerima informasi bansos dari sumber tidak resmi, verifikasi kebenarannya melalui call center resmi atau situs Kemensos.
Baca Juga :  PKH Resmi: Cek Status Penerima & Cara Daftar 2024

Kontak Layanan Informasi Bansos

Untuk informasi lebih lanjut atau melaporkan indikasi penipuan, masyarakat dapat menghubungi kanal resmi berikut:

  • Call Center Kemensos: 1500-299
  • Situs Resmi Kemensos: kemensos.go.id
  • Aplikasi Cek Bansos: Tersedia di Google Play Store dan App Store.
  • Kantor Dinas Sosial setempat: Kunjungi kantor Dinas Sosial di kabupaten/kota Anda.

Penyaluran dan Pencairan Dana Bansos

Setelah melalui proses pendaftaran dan dinyatakan sebagai penerima, langkah selanjutnya adalah memahami mekanisme penyaluran dan pencairan dana bansos. Pemerintah menggunakan berbagai metode untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak, mulai dari transfer bank hingga pengambilan tunai di kantor pos.

Setiap program bansos memiliki jadwal dan metode penyaluran yang berbeda. Penting bagi penerima untuk memantau informasi terbaru dari sumber resmi agar tidak ketinggalan jadwal pencairan.

Metode Penyaluran Bansos

  1. Transfer Bank (KKS/Kartu ATM): Sebagian besar bansos kini disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berfungsi sebagai kartu ATM. Dana akan langsung ditransfer ke rekening penerima yang terhubung dengan KKS. Penerima dapat menarik tunai atau menggunakannya untuk berbelanja di merchant yang bekerja sama.
  2. Kantor Pos: Untuk beberapa program atau di daerah yang akses perbankannya terbatas, pencairan dana bansos dapat dilakukan secara tunai melalui Kantor Pos. Penerima biasanya akan menerima surat undangan pencairan yang berisi jadwal dan lokasi pengambilan.
  3. Agen Penyalur: Dalam beberapa kasus, pemerintah menunjuk agen-agen penyalur resmi (seperti e-warong atau agen BRILink) untuk memfasilitasi pencairan bansos, terutama untuk bantuan pangan non tunai.

Jadwal dan Mekanisme Pencairan

Jadwal pencairan bansos tidak selalu sama setiap bulannya dan dapat berubah sewaktu-waktu. Penerima diimbau untuk aktif mencari informasi melalui:

  • Aplikasi Cek Bansos: Status pencairan seringkali diperbarui di aplikasi ini.
  • Situs Cek Bansos Kemensos: Informasi jadwal terbaru biasanya diumumkan di situs resmi.
  • Pengumuman di Kantor Desa/Kelurahan: Petugas desa/kelurahan seringkali mendapatkan informasi awal mengenai jadwal pencairan.
  • Media Sosial Resmi Kemensos: Akun media sosial resmi juga menjadi kanal informasi penting.

Saat pencairan, pastikan membawa dokumen identitas asli (KTP dan KK) serta KKS (jika ada). Jangan pernah memberikan KKS atau PIN Anda kepada orang lain. Proses verifikasi identitas akan dilakukan untuk memastikan dana diterima oleh yang berhak. Jika ada kendala dalam pencairan, segera laporkan ke pihak berwenang atau call center yang tersedia.

Penutup dan Disclaimer

Pendaftaran bansos online telah menjadi sebuah keniscayaan di era digital ini, menawarkan kemudahan akses dan efisiensi bagi masyarakat yang membutuhkan. Memahami setiap tahapan, mulai dari persiapan dokumen hingga pemantauan status, adalah kunci keberhasilan dalam mengakses hak-hak sosial ini. Kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan juga tidak kalah penting, mengingat banyaknya oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini.

Dengan informasi yang akurat dan langkah-langkah yang tepat, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan program bansos pemerintah secara optimal. Peran aktif masyarakat dalam memverifikasi informasi dan melaporkan kecurangan akan sangat membantu dalam menjaga integritas program bantuan sosial. Ingatlah, bansos adalah hak, bukan hadiah, dan proses pendaftarannya tidak dipungut biaya.

Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan kementerian terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada situs web dan kanal komunikasi resmi pemerintah untuk mendapatkan informasi terbaru dan paling akurat mengenai program bansos. Penulis dan penerbit artikel ini tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat penyalahgunaan informasi atau kesalahan interpretasi dari konten ini.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah semua jenis bansos bisa didaftar secara online?

Tidak semua jenis bansos bisa didaftar secara online. Sebagian besar program bansos utama seperti PKH, BPNT, dan BST memiliki jalur pendaftaran online atau setidaknya verifikasi online. Namun, ada beberapa program lokal atau khusus yang mungkin masih memerlukan pendaftaran manual melalui kantor desa/kelurahan atau dinas terkait. Selalu cek informasi spesifik untuk setiap program bansos yang diminati.

Berapa lama proses verifikasi dan validasi setelah mendaftar bansos online?

Durasi proses verifikasi dan validasi dapat bervariasi, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Hal ini tergantung pada jumlah pendaftar, kapasitas verifikator di daerah, serta siklus pemutakhiran data DTKS. Pemerintah daerah biasanya melakukan musyawarah desa/kelurahan untuk validasi data secara berkala.

Apa yang harus dilakukan jika data di DTKS tidak sesuai atau belum terdaftar?

Jika data di DTKS tidak sesuai atau nama belum terdaftar, calon penerima harus mengajukan pemutakhiran data atau pengusulan baru ke pemerintah desa/kelurahan setempat. Proses ini disebut "Musyawarah Desa/Kelurahan" atau "Musdes/Muskel" untuk menentukan kelayakan dan memasukkan data ke dalam sistem DTKS. Setelah itu, data akan divalidasi oleh dinas sosial kabupaten/kota.

Apakah ada biaya yang harus dibayar untuk mendaftar bansos online?

Tidak ada biaya apapun yang dikenakan untuk pendaftaran bansos online. Seluruh proses pendaftaran dan verifikasi bersifat gratis. Jika ada pihak yang meminta pembayaran dengan dalih biaya administrasi atau percepatan proses, dapat dipastikan itu adalah modus penipuan dan harus segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

Bagaimana cara mengetahui bansos apa saja yang sedang dibuka pendaftarannya?

Masyarakat dapat memantau informasi mengenai bansos yang sedang dibuka pendaftarannya melalui situs resmi Kementerian Sosial (kemensos.go.id), aplikasi Cek Bansos, atau media sosial resmi Kemensos. Selain itu, informasi juga seringkali disebarkan melalui kantor desa/kelurahan atau dinas sosial setempat.