Mengapa Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) selalu menjadi primadona bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia? Jawabannya terletak pada suku bunga yang sangat kompetitif, persyaratan yang relatif mudah, serta jangkauan layanan yang luas hingga pelosok negeri. Program KUR BRI, yang didukung penuh oleh pemerintah, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memberikan akses permodalan yang terjangkau. Seiring berjalannya waktu, berbagai penyesuaian kebijakan dan penawaran terus dilakukan untuk memastikan program ini tetap relevan dan efektif.
Memasuki tahun 2026, pertanyaan seputar bagaimana kebijakan KUR BRI akan berkembang menjadi sangat krusial bagi jutaan UMKM. Apakah akan ada perubahan signifikan pada struktur bunga, skema pinjaman, atau bahkan persyaratan pengajuan? Memahami seluk-beluk program ini sejak dini akan membantu pelaku usaha menyusun strategi keuangan yang matang. Informasi terkini mengenai tabel bunga, simulasi angsuran, dan tips lolos pinjaman menjadi kunci untuk meraih peluang pengembangan usaha.
Artikel ini akan mengupas tuntas segala aspek penting terkait KUR BRI di tahun 2026, mulai dari proyeksi suku bunga, rincian tabel angsuran terbaru, hingga simulasi perhitungan yang mudah dipahami. Selain itu, akan dibahas pula syarat-syarat lolos pinjaman yang diperbarui, serta tips-tips praktis agar pengajuan KUR BRI dapat disetujui. Mari simak penjelasan lengkap dari Majukaryabersama.co.id untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang emas ini.
Proyeksi Suku Bunga KUR BRI 2026 dan Kebijakan Pemerintah
Suku bunga KUR BRI selalu menjadi daya tarik utama program ini. Sejak diluncurkan, pemerintah telah berkomitmen untuk menjaga agar suku bunga KUR tetap rendah demi meringankan beban UMKM. Biasanya, suku bunga KUR berada di bawah suku bunga komersial bank pada umumnya, berkat subsidi bunga yang diberikan oleh pemerintah.
Pada tahun-tahun sebelumnya, suku bunga KUR BRI ditetapkan sebesar 6% efektif per tahun untuk debitur yang baru pertama kali mengajukan pinjaman. Namun, ada skema kenaikan bunga bertahap untuk pengajuan pinjaman kedua, ketiga, dan seterusnya. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong UMKM agar lebih mandiri secara finansial setelah beberapa kali mendapatkan dukungan KUR. Proyeksi untuk tahun 2026 kemungkinan besar akan mempertahankan skema ini, mengingat keberhasilannya dalam menstimulasi pertumbuhan UMKM.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian secara rutin mengevaluasi dan menetapkan kebijakan KUR. Perubahan suku bunga atau skema pinjaman biasanya diumumkan melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Penting bagi pelaku UMKM untuk selalu memantau pengumuman resmi ini. Dilansir dari berbagai sumber resmi, pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas suku bunga KUR guna mendukung pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan mendorong penciptaan lapangan kerja.
Skema Bunga Berjenjang untuk Pinjaman Berulang
Salah satu karakteristik unik KUR BRI adalah skema bunga berjenjang yang diterapkan pada pengajuan pinjaman berulang. Ini berarti, suku bunga yang dikenakan kepada debitur akan meningkat secara bertahap setiap kali mengajukan pinjaman kedua, ketiga, dan seterusnya. Skema ini dirancang untuk memberikan insentif bagi UMKM agar semakin berkembang dan akhirnya dapat mengakses pembiayaan komersial.
Untuk pinjaman pertama, suku bunga yang dikenakan adalah 6% efektif per tahun. Apabila debitur mengajukan pinjaman kedua, suku bunga akan naik menjadi 7% efektif per tahun. Selanjutnya, untuk pinjaman ketiga, suku bunga menjadi 8% efektif per tahun, dan untuk pinjaman keempat atau lebih, suku bunga akan mencapai 9% efektif per tahun. Skema ini berlaku untuk semua jenis KUR, baik itu KUR Mikro, KUR Kecil, maupun KUR TKI.
Penerapan bunga berjenjang ini juga menjadi salah satu bentuk edukasi finansial bagi UMKM. Diharapkan, dengan kenaikan bunga secara bertahap, pelaku usaha akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kapasitas usahanya agar mampu membayar cicilan dengan bunga yang lebih tinggi. Bank BRI sebagai penyalur utama KUR memiliki peran penting dalam mengedukasi calon debitur mengenai skema bunga ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
Jenis-Jenis KUR BRI 2026 dan Batasan Plafon
BRI menawarkan beberapa jenis KUR yang disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha pelaku UMKM. Pemahaman mengenai jenis-jenis KUR ini sangat penting untuk memastikan calon debitur mengajukan pinjaman yang tepat sesuai dengan profil usahanya. Setiap jenis KUR memiliki batasan plafon pinjaman yang berbeda, serta persyaratan yang mungkin sedikit bervariasi.
Secara umum, terdapat tiga jenis KUR utama yang ditawarkan oleh BRI: KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR TKI. Masing-masing dirancang untuk segmen usaha yang berbeda. Selain itu, ada juga KUR Super Mikro yang diperuntukkan bagi usaha sangat kecil, meskipun tidak selalu tersedia secara reguler atau memiliki plafon yang lebih terbatas. Penyesuaian plafon dan kriteria dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah, namun struktur dasarnya cenderung stabil.
Memilih jenis KUR yang tepat tidak hanya akan memudahkan proses pengajuan, tetapi juga memastikan bahwa pinjaman yang didapatkan sesuai dengan kapasitas pembayaran dan kebutuhan modal usaha. Bank BRI memiliki tim marketing yang siap membantu calon debitur dalam menentukan jenis KUR yang paling sesuai. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan petugas bank.
KUR Mikro BRI
KUR Mikro BRI adalah jenis pinjaman yang paling populer dan paling banyak diakses oleh pelaku UMKM. Jenis ini dirancang khusus untuk usaha mikro dengan kebutuhan modal kerja atau investasi yang tidak terlalu besar. Plafon pinjaman untuk KUR Mikro BRI saat ini dibatasi hingga Rp 50 juta. Ini merupakan angka yang cukup signifikan bagi banyak usaha mikro untuk mengembangkan skala operasional mereka.
Persyaratan untuk KUR Mikro BRI cenderung lebih sederhana dibandingkan dengan jenis KUR lainnya. Biasanya, tidak diperlukan agunan tambahan, melainkan agunan pokok berupa usaha itu sendiri. Jangka waktu pinjaman untuk modal kerja maksimal 3 tahun, sedangkan untuk investasi maksimal 5 tahun. Suku bunga yang berlaku mengikuti skema berjenjang yang telah dijelaskan sebelumnya, dimulai dari 6% efektif per tahun untuk pinjaman pertama.
Penyaluran KUR Mikro BRI menjadi tulang punggung program KUR secara keseluruhan, mengingat jumlah usaha mikro di Indonesia yang sangat besar. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, usaha mikro menyumbang porsi terbesar dari total UMKM di Indonesia. Oleh karena itu, ketersediaan KUR Mikro yang mudah diakses sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
KUR Kecil BRI
Untuk pelaku UMKM yang membutuhkan modal lebih besar, KUR Kecil BRI menjadi pilihan yang tepat. Jenis pinjaman ini ditujukan untuk usaha skala kecil dengan plafon pinjaman di atas Rp 50 juta hingga maksimal Rp 500 juta. Batasan plafon yang lebih tinggi ini memungkinkan pelaku usaha untuk melakukan ekspansi yang lebih signifikan, seperti pembelian mesin baru, perluasan tempat usaha, atau penambahan stok barang dalam jumlah besar.
Meskipun plafonnya lebih besar, persyaratan untuk KUR Kecil BRI sedikit lebih kompleks. Biasanya, Bank BRI akan meminta agunan tambahan, meskipun tetap mengutamakan kelayakan usaha sebagai agunan utama. Jangka waktu pinjaman untuk modal kerja maksimal 4 tahun, sedangkan untuk investasi maksimal 5 tahun. Suku bunga yang diterapkan juga mengikuti skema berjenjang yang sama dengan KUR Mikro.
Pengajuan KUR Kecil memerlukan analisis kelayakan usaha yang lebih mendalam oleh pihak bank. Calon debitur diharapkan memiliki laporan keuangan yang lebih rapi atau setidaknya pencatatan transaksi yang baik. Hal ini akan memudahkan bank dalam menilai prospek usaha dan kapasitas pembayaran. KUR Kecil menjadi jembatan bagi UMKM untuk naik kelas dari skala mikro menjadi kecil.
KUR TKI BRI
KUR TKI BRI adalah jenis pinjaman yang dirancang khusus untuk membiayai keberangkatan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Pinjaman ini bertujuan untuk membantu calon TKI dalam memenuhi biaya-biaya yang diperlukan sebelum keberangkatan, seperti biaya pelatihan, paspor, visa, tiket pesawat, dan lain-lain. Plafon pinjaman untuk KUR TKI dibatasi hingga Rp 25 juta.
Jangka waktu pinjaman KUR TKI maksimal 3 tahun atau disesuaikan dengan masa kontrak kerja di luar negeri. Suku bunga yang dikenakan juga mengikuti skema KUR pada umumnya, yaitu 6% efektif per tahun. Persyaratan untuk KUR TKI meliputi identitas diri, surat izin dari keluarga, perjanjian penempatan kerja, dan dokumen terkait lainnya yang membuktikan status sebagai calon TKI.
Program KUR TKI ini sangat membantu mengurangi praktik pungutan liar atau pinjaman dengan bunga tinggi yang seringkali menjerat calon TKI. Dengan adanya KUR TKI, mereka dapat berangkat dengan tenang tanpa terbebani masalah finansial yang besar di awal. Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dan perbankan terhadap para pahlawan devisa negara.
Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Simulasi Berbagai Plafon
Memahami tabel angsuran adalah langkah krusial sebelum mengajukan pinjaman KUR BRI. Tabel ini memberikan gambaran jelas mengenai berapa cicilan bulanan yang harus dibayar sesuai dengan plafon pinjaman dan jangka waktu yang dipilih. Simulasi angsuran akan membantu calon debitur merencanakan keuangan usaha dengan lebih baik.
Perlu diingat bahwa tabel angsuran ini bersifat simulasi dan dapat sedikit berbeda dengan perhitungan aktual bank. Perbedaan bisa terjadi karena pembulatan atau penyesuaian kebijakan internal bank. Namun, secara umum, angka-angka dalam tabel ini akan sangat mendekati kondisi riil. Suku bunga yang digunakan dalam simulasi ini adalah 6% efektif per tahun, asumsi pinjaman pertama kali.
Mari kita lihat beberapa contoh simulasi angsuran untuk berbagai plafon dan tenor pinjaman. Ini akan memberikan gambaran konkret tentang komitmen finansial yang harus dipenuhi setiap bulan. Perencanaan yang matang adalah kunci keberhasilan dalam mengelola pinjaman.
| Plafon Pinjaman | Tenor (Bulan) | Angsuran Bulanan (Rp) |
|---|---|---|
| Rp 10.000.000 | 12 | 860.667 |
| Rp 10.000.000 | 24 | 443.333 |
| Rp 10.000.000 | 36 | 304.667 |
| Rp 25.000.000 | 12 | 2.151.667 |
| Rp 25.000.000 | 36 | 761.667 |
| Rp 25.000.000 | 60 | 483.333 |
| Rp 50.000.000 | 12 | 4.303.333 |
| Rp 50.000.000 | 36 | 1.523.333 |
| Rp 50.000.000 | 60 | 966.667 |
| Rp 100.000.000 | 36 | 3.046.667 |
| Rp 100.000.000 | 60 | 1.933.333 |
| Rp 200.000.000 | 60 | 3.866.667 |
| Rp 500.000.000 | 60 | 9.666.667 |
Cara Menghitung Angsuran KUR BRI Secara Mandiri
Untuk calon debitur yang ingin melakukan simulasi lebih detail atau dengan plafon serta tenor yang tidak ada di tabel, perhitungan mandiri sangat dimungkinkan. Metode perhitungan yang umum digunakan untuk pinjaman dengan suku bunga efektif adalah menggunakan rumus anuitas. Namun, untuk kemudahan, kita bisa menggunakan pendekatan sederhana dengan asumsi bunga flat per bulan.
Rumus sederhana untuk perkiraan angsuran bulanan (bunga flat):
Angsuran Pokok = Plafon Pinjaman / Tenor (bulan)
Bunga Bulanan = (Plafon Pinjaman x Suku Bunga Efektif Tahunan) / 12
Angsuran Total = Angsuran Pokok + Bunga Bulanan
Contoh: Pinjaman Rp 10.000.000, Tenor 12 bulan, Suku Bunga 6% per tahun.
Angsuran Pokok = Rp 10.000.000 / 12 = Rp 833.333
Bunga Bulanan = (Rp 10.000.000 x 0.06) / 12 = Rp 50.000
Angsuran Total = Rp 833.333 + Rp 50.000 = Rp 883.333
Perlu diingat, perhitungan ini adalah pendekatan sederhana. Perhitungan sebenarnya oleh bank menggunakan metode bunga efektif yang sedikit lebih kompleks, di mana porsi bunga akan berkurang seiring dengan menurunnya sisa pokok pinjaman. Namun, untuk estimasi awal, rumus ini cukup akurat. Banyak kalkulator KUR online juga tersedia untuk memudahkan perhitungan ini.
Syarat Lolos Pinjaman KUR BRI 2026: Dokumen dan Kriteria Usaha
Agar pengajuan KUR BRI dapat disetujui, calon debitur harus memenuhi serangkaian syarat dan kriteria yang telah ditetapkan oleh bank dan pemerintah. Persyaratan ini dirancang untuk memastikan bahwa pinjaman disalurkan kepada UMKM yang layak dan memiliki potensi untuk berkembang. Memahami dan menyiapkan semua dokumen yang diperlukan adalah langkah awal yang sangat penting.
Secara umum, persyaratan KUR BRI tidak terlalu rumit, namun membutuhkan kelengkapan dan keabsahan dokumen. Kriteria usaha juga menjadi fokus utama dalam penilaian kelayakan. Bank akan melihat prospek usaha, riwayat keuangan, serta karakter dari pemilik usaha. Tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum mengajukan pinjaman.
Berikut adalah rincian syarat-syarat yang umumnya diperlukan untuk pengajuan KUR BRI di tahun 2026. Perhatikan setiap poin dengan seksama agar tidak ada yang terlewat. Kelengkapan dokumen akan mempercepat proses verifikasi oleh pihak bank.
Syarat Umum Debitur
- Warga Negara Indonesia (WNI): Calon debitur harus merupakan Warga Negara Indonesia yang sah.
- Usia Minimal 21 Tahun atau Sudah Menikah: Debitur harus sudah dewasa secara hukum.
- Tidak Sedang Menerima Kredit dari Bank Lain: Kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit. Ini untuk memastikan tidak ada duplikasi pembiayaan produktif dari lembaga keuangan lain.
- Memiliki Usaha Produktif dan Layak: Usaha yang dijalankan harus memiliki prospek yang baik dan mampu menghasilkan keuntungan.
- Telah Menjalankan Usaha Minimal 6 Bulan: Kriteria ini menunjukkan bahwa usaha sudah berjalan stabil dan memiliki rekam jejak.
- Tidak Memiliki Riwayat Kredit Buruk: Debitur tidak boleh masuk dalam daftar hitam BI Checking atau SLIK OJK.
Dokumen yang Diperlukan
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik: Asli dan fotokopi KTP suami dan istri (jika sudah menikah).
- Kartu Keluarga (KK): Asli dan fotokopi.
- Surat Nikah/Cerai (Jika Ada): Asli dan fotokopi.
- Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) / Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kelurahan/Kecamatan: Dokumen ini membuktikan legalitas dan keberadaan usaha.
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): Diperlukan untuk pinjaman di atas Rp 50 juta.
- BPJS Ketenagakerjaan: Untuk pinjaman di atas Rp 100 juta.
- Fotokopi Buku Tabungan BRI: Atau rekening koran bank lain jika ada.
- Pas Foto Terbaru: Ukuran 4×6 cm.
- Surat Keterangan Domisili Usaha (Jika Alamat Usaha Berbeda dengan KTP).
Pastikan semua dokumen dalam kondisi lengkap, asli, dan masih berlaku. Kelengkapan dokumen sangat mempengaruhi kecepatan proses pengajuan.
Tips Lolos Survey dan Verifikasi KUR BRI
Proses survey dan verifikasi adalah tahap krusial dalam pengajuan KUR BRI. Pada tahap ini, pihak bank akan datang langsung ke lokasi usaha calon debitur untuk memverifikasi data yang telah diberikan serta menilai kelayakan usaha secara langsung. Kesuksesan dalam tahap ini sangat menentukan apakah pinjaman akan disetujui atau tidak.
Banyak calon debitur merasa cemas menghadapi survey dari bank. Namun, dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik tentang apa yang dicari oleh surveyor, proses ini bisa berjalan lancar. Surveyor bukanlah musuh, melainkan mitra yang ingin memastikan bahwa pinjaman yang diberikan akan tepat sasaran dan dapat dikelola dengan baik oleh debitur.
Berikut adalah beberapa tips jitu agar lolos survey dan verifikasi KUR BRI. Fokus pada kejujuran, transparansi, dan menunjukkan potensi usaha yang kuat.
- Siapkan Laporan Keuangan Sederhana: Meskipun usaha mikro tidak wajib memiliki laporan keuangan formal, siapkan catatan pemasukan dan pengeluaran harian/bulanan. Ini menunjukkan Anda disiplin dalam mengelola keuangan usaha.
- Jelaskan Usaha dengan Jelas dan Jujur: Saat surveyor datang, jelaskan secara rinci tentang jenis usaha, produk/jasa yang ditawarkan, target pasar, dan bagaimana prospek ke depannya. Hindari melebih-lebihkan atau menyembunyikan informasi.
- Tunjukkan Lokasi Usaha yang Aktif: Pastikan lokasi usaha terlihat bersih, rapi, dan aktif beroperasi. Jika usaha Anda bergerak di bidang jasa atau perdagangan, tunjukkan aktivitas transaksi yang sedang berjalan.
- Sampaikan Tujuan Penggunaan Dana: Jelaskan dengan spesifik bagaimana dana KUR akan digunakan, apakah untuk modal kerja (beli bahan baku, stok barang) atau investasi (beli mesin, renovasi). Rencana yang jelas akan meningkatkan kepercayaan bank.
- Jaga Reputasi dan Hubungan Baik dengan Lingkungan: Surveyor mungkin akan bertanya kepada tetangga atau rekan usaha di sekitar lokasi. Pastikan Anda memiliki reputasi yang baik di lingkungan sekitar.
- Siapkan Agunan Tambahan (Jika Diperlukan): Untuk KUR Kecil, agunan tambahan mungkin diperlukan. Pastikan dokumen agunan (sertifikat tanah/bangunan, BPKB kendaraan) dalam kondisi lengkap dan sah.
- Tunjukkan Komitmen Pembayaran: Yakinkan surveyor bahwa Anda memiliki kemampuan dan komitmen untuk membayar angsuran tepat waktu. Ini bisa ditunjukkan dari riwayat pembayaran tagihan lain (jika ada) atau perkiraan arus kas usaha.
- Berpakaian Rapi dan Sopan: Meskipun terkesan sepele, penampilan yang rapi dan sopan menunjukkan keseriusan Anda dalam mengajukan pinjaman.
Waspada Penipuan dan Kontak Layanan KUR BRI
Dalam proses pengajuan pinjaman, selalu ada risiko penipuan yang mengatasnamakan bank atau program pemerintah. Calon debitur harus selalu waspada dan tidak mudah percaya dengan tawaran yang terlalu menggiurkan atau meminta biaya di muka. Bank BRI tidak pernah meminta biaya administrasi di awal proses pengajuan KUR.
Modus penipuan seringkali berupa permintaan transfer sejumlah uang sebagai biaya survey, biaya administrasi, atau jaminan pencairan. Ingat, semua pembayaran terkait pinjaman KUR dilakukan setelah pinjaman disetujui dan dicairkan, yaitu melalui angsuran bulanan. Jangan pernah memberikan data pribadi atau kode OTP kepada pihak yang tidak dikenal.
Jika ada keraguan atau menemukan indikasi penipuan, segera laporkan dan verifikasi informasi tersebut melalui saluran resmi Bank BRI. Kehati-hatian adalah kunci untuk menghindari kerugian finansial.
Saluran Resmi Informasi dan Pengaduan
- Call Center BRI: 1500017 atau 14017 (bebas pulsa dari telepon rumah atau seluler).
- Website Resmi BRI: www.bri.co.id (cari informasi KUR di sana).
- Kantor Cabang/Unit BRI Terdekat: Kunjungi langsung untuk mendapatkan informasi dan konsultasi dengan petugas yang berwenang.
- Media Sosial Resmi BRI: Pastikan akun media sosial yang diakses adalah akun resmi dengan centang biru.
Bank BRI memiliki jaringan kantor yang sangat luas, termasuk unit-unit yang tersebar hingga ke pedesaan. Ini memudahkan pelaku UMKM untuk mengakses layanan dan informasi KUR secara langsung. Jangan ragu untuk mendatangi kantor BRI terdekat untuk mendapatkan penjelasan yang komprehensif.
Kesimpulan dan Disclaimer
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI di tahun 2026 tetap menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Dengan suku bunga yang kompetitif, skema bunga berjenjang, serta berbagai jenis pinjaman yang disesuaikan, KUR BRI menawarkan peluang emas bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Memahami tabel angsuran, memenuhi persyaratan, dan lolos verifikasi adalah kunci sukses mendapatkan pinjaman ini.
Penting untuk selalu berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan KUR BRI. Selalu verifikasi informasi melalui saluran resmi bank dan jangan pernah memberikan data pribadi atau uang muka kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk kemajuan usaha Anda.
Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat umum dan berdasarkan data serta kebijakan yang berlaku hingga saat ini. Kebijakan, suku bunga, plafon, dan persyaratan KUR BRI dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan keputusan pemerintah dan Bank BRI. Selalu konfirmasi informasi terbaru langsung ke Bank BRI atau melalui saluran resmi mereka sebelum mengambil keputusan finansial.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa suku bunga KUR BRI di tahun 2026?
Suku bunga KUR BRI untuk tahun 2026 diproyeksikan tetap kompetitif, dimulai dari 6% efektif per tahun untuk pinjaman pertama. Terdapat skema bunga berjenjang, di mana bunga akan naik menjadi 7%, 8%, dan 9% untuk pinjaman kedua, ketiga, dan keempat atau lebih.
Apa saja jenis KUR BRI yang tersedia?
BRI menawarkan tiga jenis KUR utama: KUR Mikro (plafon hingga Rp 50 juta), KUR Kecil (plafon di atas Rp 50 juta hingga Rp 500 juta), dan KUR TKI (plafon hingga Rp 25 juta untuk pembiayaan keberangkatan TKI).
Apakah diperlukan agunan untuk pengajuan KUR BRI?
Untuk KUR Mikro, umumnya tidak diperlukan agunan tambahan, melainkan agunan pokok berupa usaha itu sendiri. Namun, untuk KUR Kecil, agunan tambahan biasanya diperlukan, meskipun kelayakan usaha tetap menjadi pertimbangan utama.
Bagaimana cara mengecek status pengajuan KUR BRI?
Status pengajuan KUR BRI dapat dicek langsung di kantor cabang/unit BRI tempat Anda mengajukan pinjaman, atau melalui call center BRI di 1500017/14017 dengan menyebutkan nomor registrasi pengajuan Anda.
Bisakah saya mengajukan KUR BRI jika sudah memiliki pinjaman lain?
Anda tidak boleh sedang menerima kredit produktif dari bank lain. Namun, Anda masih bisa mengajukan KUR BRI jika pinjaman lain yang Anda miliki adalah kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit.